MAJALENGKA, (PRLM).- Penghasil mangga gedong gincu selama ini banyak dikenal berasal dari wilayah Majalengka atau Indramayu. Namun mungkin tidak banyak yang mengetahui kalau mangga gedong gincu tersebut pertama kali tumbuh atau cikal bakalnya mangga gedong gincu adalah berasal Majalengka yang kini pohonnya sudah mencapai diameter kurang lebih 1,5 meter.
Pohon mangga tersebut berada di pinggir Pendopo Gedung Negara Majalengka. Di sana terdapat dua pohon mangga yang cukup tinggi dan dan besar yang entrisnya kerap diambil untuk ditangkar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka serta para penangkar dari berbagai wilayah.
Tidak jelas siapa yang menanam kedua pohon mangga tersebut dan berapa tahun usia kedua pohon mangga tersebut. Hanya memang kedua pohon mangga tersebut ukurannya cukup besar, dahannya saja diperkirakan mencapai diameter kurang lebih satu meteran.
Menurut keterangan Bupati Majalengka H Sutrisno disertai kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka H Wawan Suandi dan stafnya Ade Sri A, kedua pohon mangga tersebut pemilik hak paten bibit pertama mangga gedong gincu yang sertifikatnya dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian pada tahun 1995. Sebelumnya dilakukan penelitian oleh sebuah lembaga peneliti dari Kementerian Pertanian.
“Mangga gedong gincu yang asli itu ya ini. Semua pihak bila ingin mendapatkan tanaman gedong gincu yang asli harus mengambil entrisnya dari Majalengka,” ungkap Bupati.
Jadi menurut Bupati bila daerah lain mengklaim pemiliik gedong gincu adalah bohong karena cikal bakal keberadaan mangga gedong gincu adalah dari Majalengka. Mangga gedong gincu Majalengka memiliki kekhasan tersendiri, baik dari bentuk, rasa maupun aromanya bahkan hingga warna daun dan bentuk daun.
“Dua pohon mangga gedong gincu ini telah memiliki hak paten dan satu-satunya pemlik sertifikat Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT),” ungkap H Sutrisno.
Di tingkat penangkar kini sudah terdapat sekitar 350 pohon yang khusus untuk diambil entrisnya guna mendapatkan kualitas hasil buah yang sama dengan induknya. (sumber : www.pikiran-rakyat.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar